Rumah yang ditempatinya bersama keluarga hingga kini belum memiliki pintu dan jendela yang layak. Setiap malam, rasa takut dan cemas kerap membayangi dirinya kerap dihantui rasa takut.
Setiap malam ia merasa waswas, terlebih sang suami lebih sering berada di luar rumah karena harus banting tulang mencari nafkah.
Rumah sederhana yang ditempatinya belum memiliki pintu dan jendela yang layak. Kondisi itu membuat Fitri dan keluarganya tidak pernah benar-benar merasa aman saat beristirahat.
Fitri pun kerap menghabiskan malam dengan perasaan waswas, khawatir akan keamanan keluarganya.
Harapan itu akhirnya datang ketika ia berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.
Dengan suara bergetar, ia menyampaikan langsung kondisi rumahnya yang memprihatinkan.
“Kalau malam rasanya takut. Apalagi suami sering tidak di rumah karena kerja,” ungkapnya lirih.
Mendengar cerita tersebut, Om Zein merespons dengan gaya khasnya yang sederhana namun menenangkan.
“Nanti Om Zein beresih semua ya,di keramik, pokoknya rumahnya di perbaiki semuanya,” ucapnya.
Kalimat singkat itu sontak membuat Fitri tak kuasa menahan air mata. Tangis bahagia pun pecah. Impian sederhana memiliki rumah yang aman dan layak huni kini terasa semakin dekat.
Ia berharap, dengan rumah yang lebih aman, keluarganya bisa hidup lebih tenang tanpa dibayangi rasa takut setiap malam.
Komentar0