GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Tekan Penyakit Katarak Dinkes Majalengka Rutin Gelar Operasi Katarak


MAJALENGKA,SIDIKJARI.CO.ID,-
Untuk menekan tingginya penyakit  katarak dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka rutin melakukan oprasi katarak di setiap tahunya. dan diawal tahun 2022 ini telah dilaksanakan di Puskesmas Maja, Kamis (24/03) . 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr H Harizal Ferdiansyah Harahap MM mengatakan bahwa setidaknya 1 miliar orang dengan gangguan penglihatan bisa dicegah dan menurut data Rapid Assessment Of Avoidable Blindness (RAAB) Tahun 2014-2016 jumlah penduduk Indonesia berusia lebih dari 50 tahun dengan gangguan penglihatan mencapai 8 juta jiwa dan dari jumlah tersebut 1,6 juta jiwa menderita kebutaan dan yang menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia adalah katarak. 

"Oleh sebab itu sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia memerlukan operasi katarak untuk mengembalikan penglihatannya. " Jelasnya.   

Untuk menekan angka katarak maka Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka rutin setiap tahun mengadakan kegiatan operasi katarak gratis. 

"Oprasi ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya atau gratis dan selalu menerapkan protokol kesehatan dan target operasi katarak yang dilaksanakan di UPT Puskesmas Maja 
sebanyak 50 orang dari seluruh wilayah Majalengka " tutur Kadinkes . 

dalam kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan berkerja sama dengan BKMM Cikampek, TP-PKK Majalengka , DWP Dinkes dan UPT DTP Puskesmas Maja.

Lebih lanjut Subkor P2 Penyakit Tidak Menular & Keswa H. Mumu Hermawan, SKM.,MH disela-sela Kegiatan yang sedang berlangsung mengungkapkan bahwa capaian program operasi katarak di Kabupaten Majalengka setiap tahunnya alhamdulillah selalu meningkat berkat dukungan dari Pemkab Majalengka, adalah 0,002x jumlah penduduk dan Tahun 2020 Target 2.421, capaiannya 952 dan presentase 39,32 % dan Tahun 2021 dari target 2.454, capaian 2.156 dan presentasenya 87.9% 

Sedangkan oprasi katarak yang dilakukan melalui kegiatan bhakti sosial pada Tahun 2018 dilaksanakan 3 kali dengan jumlah kasus yang dioperasi 300 kasus, 2019 dilaksanakan 4 kali jumlah kasus yang dioperasi 391 kasus. 

Tahun 2020 dilaksanakan hanya 1 kali dengan jumlah kasus yang dioparasi 85 kasus dan Tahun 2021 dilaksanakan 2 kali, dengan jumlah 98 orang. 

"Target operasi katarak massal sebelum pandemi Covid-19 yaitu sebanyak 100 
Kasus pada setiap kali kegiatan. Setelah adanya pandemic Covid-19 dibatasi hanya 50 kasus.  " Jelasnya. 

Kepala Dinas juga menambahkan bahwa  untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, kegiatan bakti sosial oprasi katarak akan terus dilaksanakan secara rutin. 

"ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk membantu masyarakat, walaupun kita masih dihadapi dengan pandemi, kita tidak boleh berhenti membantu masyarakat yang memiliki penyakit. "jelas Kadinkes,(Salia W)

Komentar0

Type above and press Enter to search.