SIDIKJARI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pospera Purwakarta menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta terkait penggunaan anggaran sosialisasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sepanjang tahun 2025 yang nilainya dinilai cukup besar.
Sorotan tersebut muncul karena hingga kini publik belum memperoleh informasi yang jelas mengenai seberapa besar kontribusi retribusi PBG terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Purwakarta pada tahun 2025.
Padahal, PBG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian pembangunan, tetapi juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, PBG merupakan perizinan yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk melakukan pembangunan baru, perubahan, perluasan, pengurangan, dan/atau pemeliharaan bangunan gedung sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.
Sekretaris DPC Pospera Purwakarta, Panuntun Catur Supangkat, mengatakan bahwa di tengah gencarnya kegiatan sosialisasi PBG yang dilakukan oleh DPUTR, masyarakat mulai mempertanyakan dampak nyata dari kegiatan tersebut terhadap peningkatan PAD.
“Di tengah gencarnya penyuluhan, publik berhak tahu hasil riilnya. Berapa capaian PAD dari retribusi PBG sepanjang tahun 2025?” ujar Catur.
Ia mengingatkan agar anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan sosialisasi tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar memberikan dampak signifikan bagi pendapatan daerah dan tertibnya perizinan bangunan.
“Jangan sampai anggaran besar hanya habis untuk kegiatan seremonial, tanpa dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan,” tegasnya.
Menurut Pospera, transparansi data retribusi PBG serta evaluasi menyeluruh atas efektivitas sosialisasi menjadi hal penting agar kebijakan perizinan bangunan dapat berjalan optimal, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta keuangan Kabupaten Purwakarta.
"Jangan sampai anggaran tersebut dijadikan bacakan oknum, jika ditemukan,kami akan layangkan surat laporan ke APH,"tegasnya.
Komentar0