SIDIKJARI- Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-186, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Momentum bersejarah ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, menandai pentingnya peringatan tersebut bagi perjalanan pembangunan Majalengka.
Hadir secara langsung Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. ST Burhanuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Direktur Penyidikan sekaligus Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Brigjen Pol H. Asep Guntur Rahayu.
Selain itu, tampak pula anggota DPR RI, para kepala daerah atau perwakilannya, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.
Rapat Paripurna Istimewa ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Majalengka.
Suasana sidang berlangsung penuh khidmat, dengan refleksi sejarah panjang Majalengka yang telah melalui berbagai dinamika sejak berdiri hingga kini memasuki usia hampir dua abad.
Dalam momentum tersebut, peringatan Hari Jadi tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai titik refleksi dan evaluasi perjalanan pembangunan daerah.
Sejarah panjang Majalengka diharapkan menjadi pijakan untuk melangkah lebih maju, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Pemerintah Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utama.
Sinergi antara pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, inovasi juga ditekankan sebagai jalan perubahan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Majalengka dituntut adaptif dan kreatif dalam memanfaatkan potensi daerah, baik di sektor pertanian, industri, pariwisata, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Dengan mengusung semangat “Majalengka Langkung SAE”, peringatan Hari Jadi ke-186 ini diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemajuan daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Momentum bersejarah ini pun menjadi simbol bahwa Majalengka tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan optimisme dan semangat kebersamaan.
Komentar0