SIDIKJARI – Pagi itu, senyum manis tak lepas dari wajah Tantan. Dengan seragam sekolah yang rapi dan langkah yang penuh semangat, ia kembali menyusuri jalan menuju sekolah. Sesuatu yang dulu menurutnya mustahil, kini benar-benar terwujud.
Tantan sempat merasa mimpinya untuk terus bersekolah harus terhenti. Karena hidup sebatarngkara sempat membuatnya ragu apakah ia masih punya kesempatan untuk duduk kembali di bangku pendidikan. Namun harapan itu tak pernah benar-benar padam.
Hingga suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Sejak saat itu, hidup Tantan perlahan berubah. Ia tidak hanya mendapat perhatian, tetapi juga kesempatan untuk kembali bersekolah dan bahkan tinggal di rumah sang bupati.
Kini, harapan itu berubah menjadi kenyataan. Tantan kembali belajar, kembali bertemu teman-temannya, dan kembali menata cita-cita yang sempat terasa jauh.
Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein turut memberikan dukungan penuh agar Tantan dapat melanjutkan pendidikannya. Namun, dengan rendah hati, Om Zein menegaskan bahwa dirinya hanya membantu membuka jalan.
“Om Zein hanya kasih jalan. Masa depanmu, kamu yang tentukan,” pesan itu disampaikan penuh makna kepada Tantan.
Bagi Tantan, kesempatan ini bukan sekadar kembali mengenakan seragam sekolah. Ini adalah awal baru untuk membuktikan bahwa keadaan bukanlah akhir dari segalanya.
Ia menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib dan meraih masa depan yang lebih baik.
Semangatnya di pagi hari menjadi simbol harapan. Bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak atas pendidikan, berhak atas mimpi, dan berhak menentukan masa depannya sendiri.
“Semangat ya, kamu berhak atas masa depan,” menjadi pesan yang terus mengiringi langkah Tantan.
Kini, setiap langkah kecil Tantan menuju sekolah adalah langkah besar menuju cita-cita.
Di balik senyum manisnya pagi itu, tersimpan tekad kuat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan dan untuk membuktikan bahwa mimpi, sejauh apa pun, tetap bisa diraih.
Komentar0