GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

SPPG Mandiri Bakti Nusantara Beri Klarifikasi Terkait Program MBG Kadu Gading-Menes

SIDIKJARI- Usai sejumlah aktivis menggelar aksi, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri Bakti Nusantara, Makan Bergizi Gratis (MBG) Kadu Gading, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten kini memberikan klarifikasi. 

Klarifikasi secara resmi tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan SPPG Mandiri Bakti Nusantara, Wahyudin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjalankan program MBG sesuai dengan ketentuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami pada prinsipnya mendukung dan melaksanakan program makan bergizi gratis sesuai arahan dan regulasi dari pemerintah pusat melalui badan gizi nasional. Program ini kami jalankan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak. "Kata Wahyudin dalam keterangan resminya kepada media pada kamis, (5/2/2026).

Terkait aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Gerakan Anak Muda Pandeglang (AMPAN) di depan dapur MBG, Wahyudin menyampaikan permohonan maaf apabila tidak ada perwakilan pengelola yang dapat menemui massa aksi pada saat itu.

“Pada waktu yang bersamaan kami sedang menjalankan aktivitas internal yang tidak bisa ditinggalkan. Namun hal tersebut bukan berarti kami menutup diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat."Jelasnya.

Menanggapi kekhawatiran soal keamanan dan kualitas makanan, Wahyudin menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, serta standar gizi yang telah ditentukan.

“Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian, kami berupaya mengikuti prosedur yang berlaku. Kami juga rutin melakukan evaluasi internal agar kualitas makanan tetap terjaga,” katanya.

Terkait laporan tidak tersalurkannya MBG selama libur sekolah akhir tahun 2025, Wahyudin menjelaskan bahwa pendistribusian MBG mengikuti ketentuan teknis dan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Untuk masa libur sekolah, terdapat ketentuan tersendiri dalam pelaksanaan program. Kami menjalankan distribusi sesuai dengan petunjuk teknis yang kami terima,” ujarnya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di wilayah Kecamatan Menes.

Menurutnya, pihak SPPG Mandiri Bakti Nusantara terus menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran penting untuk meningkatkan pengawasan dan kehati-hatian.

“Kami sangat prihatin jika ada kejadian seperti itu. Karena itu kami selalu mengingatkan tim agar lebih disiplin dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan,” kata Wahyudin 

Lebih jauh, Wahyudin menegaskan bahwa pihaknya siap untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksaan oleh instansi terkait, baik oleh Badan Gizi Nasional maupun lembaga pengawasan lainnya.

“Kami terbuka dan siap dievaluasi kapan pun. Evaluasi adalah bagian dari upaya perbaikan agar program ini berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Wahyudin berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih intens antara pengelola program, pemerintah daerah, serta masyarakat, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama mengawal program ini secara konstruktif demi kepentingan anak-anak dan masa depan bangsa,” pungkasnya. // *MS*

Komentar0

Type above and press Enter to search.