SIDIKJARI – Perjalanan hidup Tantan sempat berjalan dalam sunyi dan keterbatasan. Bocah yang pernah hidup sebatang kara itu kini menemukan lembaran baru dalam hidupnya.
Ia tak lagi harus tidur dalam dingin malam atau menahan lapar seorang diri.
Setelah melalui masa-masa sulit tanpa keluarga, Tantan kini tinggal bersama Bupati Purwakarta, Om Zein.
Perubahan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya dari kesendirian menuju kepastian.
Dulu, hari-hari Tantan diisi dengan ketidakpastian. Ia bertahan dengan apa yang ada, menerima keadaan dengan diam. Namun kini, senyum mulai kembali menghiasi wajahnya.
Ia memiliki tempat tinggal yang layak, makanan yang cukup, dan perhatian yang selama ini tak ia rasakan.
“Semangat, kamu berhak atas masa depan,” pesan Om Zein kepada Tantan menjadi kalimat yang terus ia ingat.
Bagi Tantan, kalimat itu bukan sekadar penyemangat. Itu adalah pengakuan bahwa dirinya berharga, bahwa ia memiliki hak yang sama seperti anak-anak lainnya untuk bermimpi dan meraih cita-cita.
Tak lagi tidur kedinginan. Tak lagi menahan lapar. Kini, ia memiliki ruang untuk tumbuh dan belajar.
Kesempatan untuk kembali bersekolah pun terbuka lebar, memberi harapan baru yang sebelumnya terasa jauh.
Kisah Tantan menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat mengubah arah hidup seseorang.
Di tengah kerasnya realitas, uluran tangan yang tulus mampu menghadirkan kehangatan dan masa depan.
Dari hidup sebatang kara, Tantan kini melangkah dengan keyakinan baru. Bahwa ia tidak sendiri.
Bahwa ia pantas bahagia. Dan bahwa masa depan adalah sesuatu yang layak ia perjuangkan.
Komentar0