Ilustrasi
Tradisi ini menjadi simbol kesiapan lahir dan batin dalam menyambut bulan yang penuh keberkahan.
Secara makna, Munggahan berasal dari kata “munggah” yang berarti naik. Filosofinya adalah naik menuju bulan yang lebih suci dan penuh kemuliaan dalam ajaran Islam.
Orang Sunda kerap menyebut peralihan ini sebagai momen dari bulan Ruwah menuju bulan puasa.
Pada hakikatnya, Munggahan merupakan bentuk persiapan diri untuk menjalankan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh.
Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana refleksi diri, memperbaiki hubungan sosial, dan memperkuat keimanan sebelum memasuki Ramadhan.
Pelaksanaan Munggahan biasanya dilakukan pada akhir bulan Ruwah, satu atau dua hari sebelum memasuki bulan puasa.
Kegiatan yang dilakukan pun sarat makna. Masyarakat umumnya menggelar makan bersama keluarga, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Selain itu, ziarah ke makam leluhur menjadi bagian penting dalam tradisi ini. Melalui ziarah, masyarakat mengenang dan mendoakan orang tua serta keluarga yang telah berpulang.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk saling meminta maaf, membersihkan hati dari kesalahan dan kekhilafan sebelum memasuki bulan suci.
Munggahan menjadi penyambung silaturahmi antar kerabat, keluarga, dan orang tua.
Tradisi ini mempererat hubungan yang mungkin renggang karena kesibukan sehari-hari.
Dalam suasana hangat kebersamaan, nilai-nilai kekeluargaan kembali diteguhkan.
Sebagai bagian dari budaya yang telah mengakar, Munggahan terus dilestarikan oleh generasi muda. Di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup, tradisi ini tetap bertahan sebagai identitas kultural masyarakat Sunda.
Melalui Munggahan, nilai kebersamaan, kedermawanan, serta persiapan spiritual tetap terjaga.
Tradisi ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kesiapan hati, niat yang tulus, serta hubungan yang harmonis dengan sesama.
Dengan berbagai bentuk perayaannya, Munggahan menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memperkaya keberagaman tradisi Nusantara.
Lebih dari sekadar perayaan, Munggahan mengajarkan pentingnya mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Komentar0