SIDIKJARI– Objek wisata Danau Jatiluhur yang selama ini menjadi ikon pariwisata di Kabupaten Purwakarta mulai ditinggalkan oleh wisatawan.
Sejumlah pedagang mengeluhkan kondisi yang semakin sepi, terutama pada akhir pekan yang biasanya ramai pengunjung.
Bahkan pada momen libur Lebaran yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata, kondisi Danau Jatiluhur justru terlihat lengang.
Para pedagang mengaku jumlah pengunjung tidak mengalami peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu penyebab utama menurunnya jumlah wisatawan adalah harga tiket masuk yang dinilai mahal dan tidak sebanding dengan fasilitas serta kondisi di lapangan.
Wisatawan yang sebelumnya sering berkunjung ke Danau Jatiluhur kini mulai beralih ke objek wisata lain yang dianggap lebih terjangkau.
Seorang pedagang di kawasan wisata Danau Jatiluhur mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir pengunjung terus menurun, bahkan saat libur Lebaran pun tetap sepi.
“Sekarang sepi, tidak seperti dulu. Banyak pengunjung yang mengeluh tiket mahal. Bahkan libur Lebaran juga tidak terlalu ramai, pembeli berkurang jauh,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat para pedagang kecil semakin kesulitan. Penjualan makanan dan minuman menurun drastis, bahkan beberapa pedagang memilih tutup lebih awal karena minim pembeli.
Berbeda dengan kondisi di Parang Gombong yang justru semakin ramai. Kawasan wisata ini menjadi alternatif pilihan masyarakat karena harga tiket yang lebih terjangkau serta suasana alam yang dinilai masih asri dan nyaman untuk rekreasi keluarga.
Sejumlah wisatawan mengaku lebih memilih Paranggombong karena biaya masuk yang lebih murah dan lebih ramah untuk wisata keluarga saat liburan Lebaran.
“Kalau ke Paranggombong lebih murah, bisa bawa keluarga, duduk santai, dan tidak terlalu mahal. Lebaran kemarin juga ke sana, lebih ramai,” kata salah satu pengunjung.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dan pengelola wisata Danau Jatiluhur dapat mengevaluasi harga tiket serta memperbaiki fasilitas agar wisatawan kembali datang, terutama pada momen libur besar seperti Lebaran yang seharusnya menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap ada kebijakan yang berpihak kepada pedagang dan masyarakat, karena kalau libur Lebaran saja sepi, kami khawatir ke depan semakin sulit,” ujar salah satu pedagang.(CTR)
Komentar0