SIDIKJARI – Turnamen Bupati Cup Ngadu Langlayangan resmi dibuka oleh Asisten Sekretaris Daerah (Asda) Bidang Administrasi Umum Kabupaten Purwakarta, Mochamad Arif Budiman, S.P., M.M., mewakili Sekretaris Daerah, di kawasan PT. MOS, Kecamatan Babakancikao, Sabtu.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 Tahun 2026 ini diikuti sebanyak 256 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Mochamad Arif Budiman menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, para peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, turnamen ngadu langlayangan bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan upaya melestarikan salah satu warisan budaya yang telah lama menjadi tradisi masyarakat.
Ia menegaskan, ngadu langlayangan merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap budaya ngadu langlayangan tetap lestari dan semakin dicintai masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat kebersamaan di tengah masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap Turnamen Bupati Cup Ngadu Langlayangan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Purwakarta yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mulyana, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut. Sebanyak 256 kuota peserta habis hanya dalam waktu empat jam sejak pendaftaran dibuka.
"Alhamdulillah, ketika pendaftaran dibuka hanya membutuhkan waktu empat jam sudah penuh. Bahkan masih ada waiting list sekitar 119 orang. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tradisional ngadu langlayangan sangat luar biasa," kata Mulyana.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti turnamen tidak hanya berasal dari Purwakarta, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Tangerang Selatan, serta hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, termasuk Bandung, Majalengka, Karawang, Subang, Sumedang, dan sejumlah daerah lainnya.
"Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa ngadu langlayangan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi olahraga tradisional yang memiliki daya tarik luas,"ucapnya.
Melalui penyelenggaraan Turnamen Bupati Cup ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap budaya ngadu langlayangan semakin dikenal secara nasional sekaligus menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu mengangkat potensi daerah.
Komentar0