GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Mendagri, Menteri PKP, Gubernur Jabar dan Bupati Purwakarta Lepas 500 Ribu Genteng Plered

SIDIKJARI – Sebanyak 500 ribu keping genteng produksi perajin Plered, Kabupaten Purwakarta, mulai dikirim untuk mendukung Program Gentengisasi yang merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Peluncuran pengiriman Program Gentengisasi Merah Putih bertajuk “Genteng Plered Purwakarta” tersebut berlangsung di sentra industri genteng Plered, Desa Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Pengiriman sebanyak 500 ribu genteng tersebut menggunakan 125 unit truk yang membawa produk dari sentra produksi Plered menuju lokasi penerima manfaat di Purwakarta dan wilayah sekitarnya. Setiap truk mengangkut sekitar 4.000 keping genteng.

Bagi industri genteng Plered, pengiriman dalam jumlah besar ini menjadi bagian penting dari upaya menggerakkan kembali aktivitas produksi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Rantai ekonomi yang bergerak tidak hanya dirasakan para perajin, tetapi juga melibatkan sopir, kernet, pekerja produksi hingga pelaku usaha lainnya.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pemesanan dalam skala besar tersebut memberikan dampak langsung terhadap ekosistem ekonomi masyarakat.

Menurut Maruarar, program tersebut bukan semata-mata mengenai pemenuhan kebutuhan material bangunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong kebangkitan industri genteng di Plered.

“Gentengisasi ini merupakan arahan Presiden dan kita ingin program ini juga memberikan manfaat bagi UMKM genteng,” ujar Maruarar.

Ia menilai peningkatan permintaan harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk. Karena itu, pemerintah mendorong para pelaku UMKM genteng agar mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi standar yang ditetapkan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi, akses pembiayaan serta pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Maruarar menegaskan bahwa UMKM harus terus didorong untuk naik kelas sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki kepastian standar bagi konsumen.

“UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya tidak punya SNI, sekarang punya,” kata Maruarar.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, di Kabupaten Purwakarta saat ini terdapat empat produsen genteng yang telah memiliki sertifikasi SNI, sementara 10 produsen lainnya telah memenuhi aspek keandalan.

Adapun di Kabupaten Majalengka, tercatat 34 produsen genteng telah memiliki sertifikasi SNI dan 11 produsen memenuhi aspek keandalan.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi pelaksanaan Program Gentengisasi yang turut memberikan ruang bagi para perajin dan pelaku usaha genteng lokal untuk meningkatkan produksinya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga menyambut dukungan terhadap penguatan industri genteng Plered, termasuk akses permodalan bagi para pelaku usaha.

Dengan diberangkatkannya 500 ribu genteng menggunakan 125 truk, Program Gentengisasi di Plered tidak hanya menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan hunian masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi penguatan kembali sentra industri genteng yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Purwakarta. 

Komentar0

Type above and press Enter to search.