GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Tes Urine Mendadak, Kapolres Indramayu Ultimatum Keras, Tidak Ada Toleransi Bagi Yang Terlibat Narkoba

INDRAMAYU,SIDIKJARI.CO.ID,-
Kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolsek Astana Anyar Polrestabes Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, menyita perhatian publik nasional.

Sosok Kompol Yuni sebelumnya dikenal sebagai polwan paling ditakuti para pemain narkoba.

Di Polres Indramayu, jauh sebelum geger kasus Kompol Yuni, yakni pada 20 Januari 2021 lalu rupanya sudah melakukan tindakan pencegahan internal.

Kapolres AKBP Hafidh S Herlambang bersama Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo, secara mendadak melakukan tes urine terhadap seluruh anggota dan PNS Polri.

Tes urine dilaksanakan tidak terjadwal, serba mendadak. Propam dan Urkes Polres, berkeliling ke seluruh Polsek dan jajaran dalam waktu berbeda.

"Alhamdulillah, hasil tes urine seluruh anggota dan PNS Polri di Polres Indramayu tidak ada satu pun yang terbukti positif menggunakan narkoba," jelas Kasubbag Humas AKP Budiyanto, Jumat 19 Februari 2021.

Budiyanto mengatakan, kasus Kompol Yuni menjadi tamparan institusinya. Oleh karenanya, sesuai perintah pimpinan, Polres Indramayu tidak memberikan ruang dan toleransi bagi anggota dan PNS Polri yang kedapatan terlibat penyalahgunaan narkoba.

Budiyanto mengatakan, kasus Kompol Yuni menjadi tamparan institusinya. Oleh karenanya, sesuai perintah pimpinan, Polres Indramayu tidak memberikan ruang dan toleransi bagi anggota dan PNS Polri yang kedapatan terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Pak Kapolres sudah memberikan ultimatum keras. Tidak ada tempat, ruang dan toleransi bagi yang terlibat narkoba," tegas Budiyanto.

Komentar0

Type above and press Enter to search.