GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Jabatan Disangka Singgasana, Rakyat Dianggap Abdi Dalem

SIDIKJARI- Di era modern sekarang masih banyak pejabat berperilaku seperti bangsawan di masa kerajaan,mereka memegang jabatan seolah pemberian raja dan tidak menganggap diri mereka sebagai “pelayan publik”, melainkan penguasa yang harus dihormati. 

Rakyat tidak di perlakukan sebagai bos yang menggaji lewat pajak,melainkan "Jongos" yang harus patuh,tunduk,dan berterima kasih atas pemberian fasilitas negara,keadaan seperti ini bukan baru ini adalah warisan yang berulang.

Dengan keadaan seperti ini rakyat hanya punya dua pilihan,taat atau binasa,para pejabat seolah enggan mengakui kalau rakyat adalah tuan dari mereka,yang bisa mengganti mereka saat mereka di anggap gagal,mereka lupa kalau mereka adalah "Karyawan rakyat".

Fakta nya,seorang lurah atau kepala desa bisa berlaga bak penguasa kecil,bahkan pejabat tingkat desa atau kabupatenpun bisa marah kalau rakyat tak memberi salam hormat,jabatan di anggap singgasana bukan amanah,di negara maju seorang pejabat bisa mundur hanya karena telat hadir dalam rapat,bahkan bisa lengser karena melanggar protokol kecil.

Pejabat kita sering lupa bahwa semua fasilitas yang mereka nikmati berasal dari pajak rakyat,mereka merasa memberi,padahal sesungguhnya mereka hanya menyalurkan apa yang sudah rakyat titipkan.Ironis,rakyat selalu di paksa untuk tunduk dan bersyukur.

Rakyat diperlakukan sebagai objek kebijakan,bukan subjek kedaulatan,mereka hanya dilibatkan saat pemilu,saat dibutuhkan suara,setelah itu,rakyat kembali ke posisi lama,sebagai objek pajak,objek program bantuan,objek kampanye pencitraan.

Penulis : *Panuntun catur supangkat*

Komentar0

Type above and press Enter to search.