Purwakarta punya cerita. Cerita politik lokal yang makin hari makin mirip sinetron, lengkap dengan tokoh utama yang bersinar dan tokoh pendamping yang entah ke mana rimbanya.
Di satu sisi, ada Bupati Om Zein yang makin hari makin ngacir bukan kabur, tapi ngacir dalam arti positif: lincah, gesit, dan selalu muncul di tengah masyarakat.
Sementara di sisi lain, Wakil Bupati kita tercinta, Abang Ijo, justru seperti tokoh figuran di film yang salah masuk scene. Awalnya digadang-gadang jadi harapan rakyat, sekarang malah jadi teka-teki: “Abang Ijo, ente di mana?”
Om Zein ini memang beda. Gaya blusukannya mirip-mirip presiden, tangannya selalu sibuk salaman, mulutnya tak berhenti menyapa warga, dan kakinya seolah tak kenal lelah menginjak tanah-tanah desa. Proyek diawasi, warga dirangkul, media diramaikan.
Beliau tak hanya jadi bupati di kantor, tapi juga di sawah, di pasar, bahkan di tenda hajatan.
Popularitasnya bukan kaleng-kaleng. Di warung kopi sampai grup WhatsApp RT, namanya kian santer.
Lalu ke mana Wabup kita, Abang Ijo? Dulu dielu-elukan, disanjung sebagai sosok dari kalangan bawah yang paham penderitaan rakyat.
Tapi sekarang? Namanya mulai sayup, wajahnya jarang nongol, dan keberadaannya jadi misteri.
Warga di basis-basis pendukungnya pun mulai kecewa. Katanya dulu mau dekat dengan rakyat.
Nyatanya, setelah duduk manis di kursi empuk, justru makin jauh dari rakyat. Relawan yang dulu pasang badan kini pasang telinga: nunggu kabar yang tak kunjung datang.
"Jangan-jangan Abang Ijo lagi sibuk cari sinyal?" celetuk seorang warga di daerah selatan Purwakarta.
Dalam sistem pemerintahan daerah, bupati dan wakil itu ibarat duet vokal. Kalau satu nyanyi keras, yang lain jangan malah bisik-bisik.
Tapi kenyataannya, yang satu tampil bak rockstar, yang satu lagi menghilang kayak backing vocal yang lupa masuk studio.
Padahal, masyarakat nggak butuh wakil bupati yang hanya hadir di spanduk. Mereka butuh pemimpin yang nyata, yang datang, mendengar, dan bertindak.
Politik itu dinamis, dan rakyat punya memori pendek. Hari ini dielu-elukan, besok bisa dilupakan.
Jangan tunggu sampai semua relawan move on dan masyarakat bikin meme baru: “Bupati kita Om Zein, wakilnya siapa ya? Lupa…”
Om Zein boleh ngacir, asal bawa kemajuan. Tapi kalau Abang Ijo terus ngilang, jangan salahkan kalau rakyat mulai pasang baliho bertuliskan: “Dicari: Wakil Bupati Purwakarta, terakhir terlihat saat kampanye.”
Penulis: Panuntun Catur Supangkat
Sekjen Pospera Purwakarta
Komentar0