GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Gorengan di Puncak Klasemen Takjil Ramadhan, Tebak Siapa Diam-Diam Menguntit di Posisi Dua?

SIDIKJARI- Bulan Ramadhan tanpa takjil itu ibarat buka puasa tanpa adzan: rasanya ada yang kurang. 

Begitu jarum jam mendekati magrib, jalanan langsung berubah menjadi arena perburuan takjil. Dari yang niatnya cuma beli kolak, pulangnya malah bawa satu kantong penuh.

Takjil memang selalu jadi primadona di bulan suci ini. Saking populernya, baru-baru ini beredar sebuah video viral di media sosial yang membahas peringkat takjil paling favorit di Indonesia, lengkap dengan gaya layaknya klasemen liga sepak bola. 

Bedanya, yang diperebutkan bukan piala, tapi perut kenyang dan hati bahagia.

Gorengan Kokoh di Puncak Klasemen

Tak perlu VAR atau wasit, gorengan resmi dinobatkan tetap kokoh di puncak klasemen takjil Ramdhan. 

Bak pemain bintang, gorengan selalu jadi incaran utama. Tahu, tempe, bakwan, risol semuanya tampil konsisten dari awal Ramadhan mungkin sampai akhir. Murah, gurih, dan selalu bikin kalap.

Di posisi berikutnya, barisan es-esan tampil solid. Es buah, es kelapa, dan es campur jadi favorit karena sukses meredam dahaga setelah seharian puasa. 

Kombinasi dingin, manis, dan segar membuat trio ini sulit tergeser dari papan atas klasemen.

Masuk ke posisi lima besar, es timun suri mulai unjuk gigi. Ia harus bersaing ketat dengan kolak, es cendol, dan kurma. 

Kolak unggul pengalaman, kurma kuat secara historis, sementara es cendol mengandalkan nostalgia. 

Sayangnya, siapa pun yang terlalu manis biasanya cepat “ditarik keluar” oleh pemburu takjil yang takut gula darah naik.

Takjil seperti onde-onde, cucur, roti bakar, dan serabi sebenarnya punya kualitas teknik tinggi. 

Namun karena dinilai “kememanisan” dan kurang segar, mereka lebih sering duduk di bangku cadangan. Tetap dicintai, tapi tidak selalu dipilih.

Menariknya, klasemen liga takjil ini diprediksi bakal berubah drastis setelah Ramadhan usai dan masuk Hari Raya Idul Fitri. 

Ketupat sayur dan opor ayam diperkirakan langsung memuncaki klasemen. Dua menu ini ibarat pemain mahal yang baru diturunkan saat final sekali tampil, langsung menguasai meja makan.

Dengan rasa khas dan status sakral Lebaran, ketupat dan opor hampir mustahil dikalahkan. Bahkan gorengan pun rela minggir sementara.

Bagi para pecinta kuliner, mengikuti “klasemen liga takjil Ramadhan” jelas jadi hiburan tersendiri. 

Karena di bulan Ramadhan, yang menang bukan cuma takjil favorit tapi juga kebersamaan, tawa, dan perut yang akhirnya lega saat adzan magrib berkumandang. 

Komentar0

Type above and press Enter to search.