SIDIKJARI – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) II Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Purwakarta yang digelar di Aula Janaka Setda Purwakarta.
Kegiatan Musda II ini merupakan agenda penting dalam menentukan kepemimpinan baru sekaligus merumuskan arah kebijakan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di daerah untuk periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Om Zein tersebut menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi antara pelaku kreatif, pemerintah, serta inovator menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi lokal.
“Musda ini bukan hanya soal memilih ketua, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dalam memajukan ekonomi kreatif di Purwakarta,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan guna mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang berdaya saing.
Bupati Purwakarta secara resmi membuka jalannya Musda II dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan bagi sektor ekonomi kreatif di daerah.
Berdasarkan hasil pengambilan suara, Rhana Cahya Nugraha terpilih sebagai Ketua Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Purwakarta periode 2026–2031.
Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Hadi Albulaqi atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat sebagai Ketua Ekraf periode sebelumnya.
“Selamat kepada Ketua Ekraf yang baru. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan mampu membawa ekonomi kreatif Purwakarta semakin maju,” kata Bupati.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, unsur BPH, Ketua Ekraf periode 2023–2026 beserta jajaran pengurus, serta para pelaku subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Purwakarta.
Melalui Musda II ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta.
Komentar0