SIDIKJARI – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, kembali mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur, khususnya dalam hal tata ruang wilayah yang dinilai memiliki nilai filosofi, budaya, dan keberlanjutan yang tinggi.
Menurutnya, leluhur Purwakarta telah mewariskan tata ruang yang luar biasa. Penataan wilayah tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga keseimbangan antara alam dan kehidupan manusia.
Gunung, sungai, lahan pertanian, hingga pemukiman telah dirancang selaras dengan kearifan lokal yang terbukti mampu menjaga harmoni lingkungan selama bertahun-tahun.
“Leluhur kita sudah memberikan contoh bagaimana menata ruang dengan bijak. Ada nilai-nilai yang dijaga, ada keseimbangan yang dirawat. Itu bukan sekadar tata letak, tapi warisan peradaban,” ujar Om Zein.
Namun, di tengah perkembangan zaman dan pesatnya pembangunan, Om Zein menyoroti adanya kecenderungan pergeseran pola pikir dalam pengelolaan ruang.
Alih fungsi lahan yang tidak terkendali, pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan, hingga minimnya kesadaran kolektif menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan wilayah.
“Pertanyaannya sederhana, kenapa kita justru merusaknya? Padahal kita tahu ini warisan yang tidak ternilai,” tegasnya.
Ia menilai, pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan ekologis dan nilai budaya yang telah diwariskan.
Tanpa itu, Purwakarta berisiko kehilangan identitas sekaligus menghadapi dampak lingkungan yang serius di masa depan.
Om Zein pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga warga, untuk bersama-sama menjaga dan merawat tata ruang yang telah ada.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan warisan leluhur.
“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Jangan sampai anak cucu kita hanya mendengar cerita bahwa dulu Purwakarta punya tata ruang yang indah, tapi kita gagal merawatnya,” pungkasnya.
Dengan semangat menjaga warisan dan memperbaiki arah pembangunan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus hidup dan menjadi fondasi dalam setiap kebijakan ke depan.
Komentar0