GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Festival Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa Semarakkan Hari Jadi Purwakarta ke-195

SIDIKJARI– Pusat Kota Purwakarta berubah menjadi satu panggung kebanggaan yang menyatukan hati ribuan warga saat Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Festival Budaya bertema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa", Selasa (21/7/2026) malam.

Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN dipenuhi cahaya, warna, dan semangat pelestarian budaya. Festival tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 Tahun 2026.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya jajaran pimpinan daerah sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya. 

Turut hadir Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta beserta seluruh jajaran pimpinan, anggota, dan kesekretariatan yang berbaur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Arak-arakan budaya dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dari pertigaan Patung Egrang, Kelurahan Nagri Kaler. 

Ribuan peserta kemudian berjalan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman hingga berakhir di pertigaan Patung Kuda kawasan BTN Purwakarta, Kelurahan Nagri Tengah.

Sepanjang rute yang dilalui, ribuan masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan memadati sisi jalan. 

Mereka menyambut iring-iringan budaya dengan penuh antusias, menciptakan suasana semarak yang mencerminkan tingginya kecintaan masyarakat terhadap tradisi dan budaya daerah.

Di barisan terdepan, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, tampil menaiki Kereta Kencana. 

Kehadiran kereta tersebut bukan sekadar simbol kemegahan, melainkan menggambarkan komitmen kepemimpinan daerah yang senantiasa berpijak pada penghormatan terhadap nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Di belakangnya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta tamu kehormatan lainnya menunggangi kuda, memimpin iring-iringan yang menjadi daya tarik utama festival.

Keindahan arak-arakan semakin lengkap dengan penampilan pasukan berkuda yang berbaris rapi, delegasi kesenian dari berbagai kabupaten dan provinsi, serta perwakilan seni budaya dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Masing-masing menampilkan kekayaan tradisi yang menjadi identitas daerahnya.

Tak hanya itu, berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pelajar, hingga elemen masyarakat turut ambil bagian dalam festival. 

Ragam tarian tradisional, alunan musik daerah, serta busana adat yang dikenakan para peserta menjadi gambaran nyata bahwa Purwakarta merupakan daerah yang mampu merawat keberagaman dalam semangat persatuan.

Festival Budaya "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa" tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat identitas budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur, serta mengajak generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri Purwakarta.

Komentar0

Type above and press Enter to search.