GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Rumah Tak Layak Masih Menjamur, Pospera Purwakarta Sentil Tajam Baznas: Anggaran Berlimpah, Kok Terasa Jalan di Tempat?

SIDIKJARI — Kritik tajam kembali dilontarkan Pospera Purwakarta terhadap kiprah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di tengah kondisi keuangan Pemerintah Daerah (Pemda) yang sedang menghadapi efisiensi anggaran.

Ketua Pospera Purwakarta,Sutisna Sonjaya, menilai Baznas semestinya dapat mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah, terlebih ketika kemampuan fiskal Pemda sedang mengalami tekanan.

Menurutnya, dengan sumber daya dan anggaran pengelolaan zakat yang dimiliki, Baznas jangan sampai terkesan hanya menjalankan rutinitas tanpa gebrakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Baznas dengan anggaran yang berlimpah tapi terkesan jalan di tempat. Dengan keuangan Pemda yang sedang terkena efisiensi, harusnya Baznas hadir sebagai mitra. Jangan - jangan koordinasi dengan Pemda juga ogah atau malah jalan sendiri,” ungkap Sutisna Sonjaya, Selasa (18/8/2026).

Sutisna juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian, khususnya persoalan rumah tidak layak huni. 

Menurutnya, masih banyak rumah warga yang membutuhkan perbaikan, namun kontribusi Baznas dalam persoalan tersebut dinilai belum terlihat maksimal.

Ia mempertanyakan sejauh mana dana umat yang dikelola Baznas telah diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan mendasar masyarakat Purwakarta.

“Menurut data, masih banyak rumah yang tidak layak, tapi terkesan minim sentuhan dari Baznas. Harusnya dengan anggaran yang dimiliki Baznas bisa berbuat lebih,” tegasnya.

Bagi Pospera, persoalan tersebut bukan semata-mata soal seberapa besar dana yang dimiliki Baznas, melainkan bagaimana dana tersebut dapat dikonversikan menjadi program yang konkret dan tepat sasaran.

Sutisna menilai, jika Baznas mengalami keterbatasan dalam memperoleh data warga yang membutuhkan bantuan, seharusnya hal tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak bergerak. 

Pemda memiliki data dan perangkat hingga tingkat desa yang dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat penyaluran bantuan.

“Kalau tidak punya data, kan bisa koordinasi dengan Pemda, agar uang umat bisa tersalurkan benar-benar untuk umat yang membutuhkan,” tegasnya.

Menurut Sutisna, sinergi antara Baznas dan Pemda justru semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran. 

Ketika pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian belanja, keberadaan lembaga yang mengelola dana zakat seharusnya dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.

Karena itu, pengelolaannya dituntut tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan masih banyak, rumah tidak layak masih ditemukan, sementara potensi dana yang dikelola cukup besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk turun, berkoordinasi, dan memastikan dana umat benar-benar kembali kepada umat,” pungkas Sutisna.

Komentar0

Type above and press Enter to search.