Tapi pertanyaannya, anggaran yang bersumber dari dana desa mencapai puluhan juta itu, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat atau cuma indah di atas kertas anggaran?
Jangan sampai program kesehatan masyarakat sibuk diurus administrasinya, sementara kualitas pelayanan justru luput dari perhatian.
Makanan tambahan jangan cuma dihitung jumlah paketnya. Kelas ibu hamil dan lansia jangan sekadar formalitas. Insentif kader pun jangan cuma jadi angka dalam laporan.
Kader diminta mengabdi, masyarakat diminta percaya, anggaran diminta dipertanggungjawabkan.
Lantas, siapa yang memastikan semuanya benar-benar berjalan sesuai rencana?
Jangan sampai yang kenyang cuma laporan, yang aktif cuma kegiatan seremonial, sementara manfaat untuk masyarakat masih tanda tanya.
Kalau memang programnya berjalan baik, buka datanya! Berapa anggarannya, berapa realisasinya, siapa penerimanya, dan apa hasilnya?
Sebab, uang publik bukan untuk mempercantik laporan. Posyandu bukan lomba membuat program terlihat hebat, tetapi soal memastikan masyarakat benar-benar mendapat manfaat.
Komentar0