SIDIKJARI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Jawa Barat menggelar kopi darat (kopdar) bersama perwakilan pengurus dari 23 kabupaten/kota se-Jawa Barat pada 10–11 Oktober 2026.
Mengusung tema “Pospera Hanya Untuk Rakyat”, kegiatan tersebut berlangsung di Setu Lebak Wangi, Desa Pemagarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.
Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi organisasi, berbagi informasi, sekaligus membahas berbagai persoalan advokasi masyarakat yang belum terselesaikan.
Ketua DPD Pospera Jawa Barat, Achmad Teddy Risandi, menegaskan bahwa keberadaan Pospera tidak dapat dipisahkan dari berbagai persoalan dan penderitaan yang dialami masyarakat.
Menurutnya, organisasi harus tetap hadir di tengah rakyat, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan membutuhkan pendampingan.
“Sejarah berdirinya Pospera berawal dari adanya penderitaan rakyat. Untuk itu, kita harus hadir. Pospera hanya untuk rakyat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk berbagi informasi, menyampaikan tantangan yang dihadapi, serta mencari solusi bersama atas persoalan advokasi yang belum terselesaikan,” paparnya.
Teddy menekankan, kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar slogan organisasi, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ia mengingatkan seluruh pengurus dan anggota agar tidak menjauh ketika masyarakat menghadapi persoalan.
“Pospera selalu dekat dengan penderitaan. Artinya, kesusahan rakyat adalah kesusahan kita dan menjadi tanggung jawab bersama. Hadirlah di setiap kesusahan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pospera, Mustar Bona Ventura Manurung, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan arahan kepada para pengurus DPC Pospera se-Jawa Barat agar terus memperkuat kerja organisasi dan menuntaskan pendampingan masyarakat.
Mustar menyebutkan, kopdar tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan di daerah sekaligus memperkuat semangat perjuangan setelah para pengurus kembali ke wilayah masing-masing.
“Kopdar ini telah berlangsung sejak Sabtu kemarin. Banyak hal yang sudah didiskusikan oleh kawan-kawan. Jadikan pertemuan ini sebagai pemacu semangat untuk kembali ke daerah masing-masing dan melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Pospera harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar aktif dalam kegiatan organisasi.
Menurut Mustar, konsistensi dalam melakukan advokasi menjadi bagian penting untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat memperoleh pendampingan dan penyelesaian.
“Kita semua bukan siapa-siapa. Untuk itulah kita ada. Karena ada penderitaan, ada perjuangan, maka lahirlah Pospera. Ayo, kawan-kawan, tetap semangat dan jadikan Pospera bermanfaat bagi rakyat, sesuai dengan motto kita, Pospera hanya untuk rakyat,” tegasnya.
Melalui kopdar tersebut, Pospera Jawa Barat diharapkan semakin solid dalam menjalankan agenda organisasi dan memperkuat peran pendampingan masyarakat di setiap daerah.
Semangat “Pospera Hanya Untuk Rakyat” pun menjadi pengingat bagi seluruh pengurus dan anggota bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kekuatan struktur, tetapi juga dari sejauh mana perjuangannya mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat. (Ctr)
Komentar0