GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Posyandu ILP Sindangpanon Sasar Usia Produktif

SIDIKJARI – Kegiatan pemantauan dan tindak lanjut penyakit tidak menular (PTM) dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Posyandu ILP Mawar 6, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong. 

Kegiatan ini menyasar pengunjung Posyandu ILP usia produktif sebagai upaya deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit tidak menular di masyarakat.

Kegiatan tersebut diintegrasikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang merupakan salah satu program quick win pemerintah saat ini. 

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh layanan skrining kesehatan secara mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya, sehingga diharapkan mampu meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan rutin.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga orang petugas kesehatan, yaitu Hj. Imas Srimayanti, Am.Keb, Susilawati, Amd.Ak, dan Juju Susanti, Am.Kep, yang didukung oleh lima orang kader kesehatan. 

Petugas dan kader secara bersama-sama memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Skrining kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah sewaktu. Pemeriksaan dilakukan terhadap 30 orang sasaran yang hadir. 

Dari hasil skrining, ditemukan sebanyak 17 orang dengan tekanan darah tinggi dan 1 orang dengan kadar gula darah sewaktu tinggi. 

Peserta dengan hasil pemeriksaan tidak normal selanjutnya disarankan untuk datang ke puskesmas guna konfirmasi diagnosis serta mendapatkan tatalaksana dan pengobatan lebih lanjut sesuai prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku.

Plt. Kepala Puskesmas, dr. Sri Rejeki, menekankan pentingnya deteksi dini melalui kegiatan seperti ini, khususnya bagi masyarakat usia produktif yang sering kali merasa masih sehat. 

Menurutnya, dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pengobatan dapat dimulai lebih cepat sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi berat di kemudian hari, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, maupun komplikasi lain akibat hipertensi dan diabetes.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit, khususnya di tingkat kecamatan dan desa.

Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) saat ini dikembangkan sebagai pos pelayanan kesehatan yang melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia reproduktif, hingga lansia. 

Melalui pendekatan siklus hidup tersebut, kondisi kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok umur dapat terpantau dan terlayani di satu tempat. 

Dengan demikian, masalah kesehatan dapat dikenali lebih awal dan intervensi dapat diberikan secara lebih komprehensif dan berkesinambungan. 

Keberadaan Posyandu ILP diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pemantauan dan tindak lanjut penyakit menular maupun tidak menular secara lebih efektif dan terintegrasi dengan program kesehatan lainnya di tingkat desa.

Komentar0

Type above and press Enter to search.