GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Gerak Cepat Puskesmas Cibatu Tangani ODGJ, Kedepankan Pendekatan Keluarga

SIDIKJARI — Puskesmas Cibatu bergerak cepat menangani kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di Desa Ciparungsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, pada Senin, 19 Januari 2026. 

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor serta mengedepankan pendekatan keluarga sebagai kunci utama pemulihan pasien.

Kepala Puskesmas Cibatu, dr. Annisa Dwi Ramdania Pamungkas, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan pasien ODGJ tidak hanya bergantung pada tindakan medis, tetapi juga peran aktif keluarga dalam memastikan kepatuhan pengobatan.

“Pendekatan keluarga sangat penting agar pasien dapat minum obat secara teratur dan mencegah terjadinya kekambuhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula ketika penanggung jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Cibatu menerima laporan dari Karang Taruna setempat terkait adanya ODGJ yang mengamuk di wilayah Desa Ciparungsari. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan lintas sektor, di antaranya aparat desa, RT/RW, keluarga pasien, Polsek, Danramil, serta tenaga kesehatan Puskesmas Cibatu.

“Dengan pengamanan bersama, pasien berhasil dikendalikan oleh petugas kesehatan melalui pemberian suntikan obat penenang sesuai prosedur medis,” jelas dr. Annisa.

Setelah kondisi pasien lebih tenang, pasien yang diketahui bernama Suhendar langsung dibawa menggunakan ambulans dan dirujuk kembali ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua untuk mendapatkan penanganan lanjutan. 

Berdasarkan riwayat penyakit, pasien merupakan ODGJ lama yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSJ Cisarua dan RSBA.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, pasien diketahui berhenti mengonsumsi obat karena merasa sudah sembuh. Keluarga juga menilai pasien tidak lagi menunjukkan perilaku mengamuk, sehingga pengawasan minum obat yang seharusnya dilakukan secara rutin menjadi terabaikan.

Padahal, Puskesmas Cibatu telah secara berkala melakukan kunjungan rumah dan memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya Pemantauan Minum Obat (PMO) bagi pasien ODGJ. 

Adapun pemicu pasien kembali mengamuk diduga karena tersinggung oleh suara knalpot motor yang bising saat dinyalakan oleh menantunya, sehingga memicu emosi pasien.

Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Cibatu kembali melakukan kunjungan ulang ke rumah keluarga pasien pada Selasa, 20 Januari 2026. 

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas bersama tim, dengan tujuan memberikan edukasi lengkap mengenai penanganan pasca-perawatan di RSJ Cisarua serta tata cara pemberian obat yang benar bagi pasien gangguan jiwa.

Diketahui, pasien tinggal bersama orang tua (ibu dan ayah sambung) serta adiknya, beralamat di Desa Ciparungsari RT 008/RW 003, Kecamatan Cibatu, dan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Puskesmas Cibatu mengimbau masyarakat dan keluarga pasien ODGJ agar tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. 

"Kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali serta meningkatkan kualitas hidup pasien ODGJ di lingkungan masyarakat,"ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data UPTD Puskesmas Cibatu, jumlah pasien ODGJ yang tercatat di wilayah kerjanya mencapai 49 orang, yang tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Cipancur (3 orang), Cirangkong (4), Cibukamanah (3), Wanawali (1), Cikadu (2), Cibatu (5), Cilandak (9), Cipinang (5), Ciparungsari (9), dan Karyamekar (7 orang).

“Semua pasien ODGJ tersebut dipantau secara rutin oleh petugas kesehatan jiwa Puskesmas Cibatu,” ucapnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.