SIDIKJARI- MBG adalah program presiden, program sosial sekaligus program politik. Tujuannya baik dan tidak ada yang salah dari cita-cita besarnya.
Sistemnya menarik, bukan hanya soal penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi, tapi juga menjadi harapan banyak pihak.
Saya pribadi sempat mewawancarai puluhan guru dan ratusan murid. ucap Sapta Selaku Aslap Dapur Umi Kaisar Kamis,1/01/2026
Lanjut Sapta, Hampir semuanya memberikan tanggapan positif Ada seorang guru SD yang menggunakan bingkisan MBG sebagai pendorong kreativitas murid:
"Ayo selesaikan tugas ini dulu dengan benar, setelah itu baru boleh mengambil sajian MBG."
Dari sini terlihat bahwa MBG bukan sekadar sajian makan, tapi juga seperti sajadah harapan bagi masa depan generasi bangsa.
Tentu, tidak ada proses yang berjalan mulus seperti di atas permadani Akan selalu ada kendala sekecil apa pun.
" Karena kita manusia karna manusia tempat nya salah ".
Maka di titik inilah masyarakat harus hadir lembaga sosial, komunitas, dan para pihak seharusnya ikut mengawal, bukan sekadar mengkritik. ujarnya
Program ini memerlukan kritik yang konstruktif (membangun) bukan kritik yang destruktif (meruntuhkan) Ini program kita semua.
Bukan untuk dijatuhkan, tapi untuk diperbaiki dan dibangun bersama MBG adalah langkah besar.
Dan langkah besar selalu dimulai dengan keberanian untuk berjalan Memasuki Tahun 2026, ICT Dukung Penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Memasuki tahun 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik sebagai salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan masa depan generasi muda Indonesia.
Sebagai Ketua Umum Indonesia Contra Terror (ICT), saya berharap program MBG dapat berjalan sesuai fungsi dan tujuan awalnya, yaitu memberikan akses makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya pelajar, sebagai bagian dari investasi masa depan bangsa.
Kami meyakini program ini bukan hanya kebijakan sosial, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, pendidikan, dan politik yang penting bagi tata kelola pembangunan Indonesia.
Di sisi lain, dalam kapasitas saya sebagai Aslap Dapur Umi Kaisar SPPG Menes, kami akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan, memperbaiki kekurangan teknis operasional, dan mengembangkan kualitas distribusi demi memastikan masyarakat menerima manfaat terbaik dari program ini. Jelasnya
"Kami menyadari pelaksanaan di lapangan tidak selalu sempurna".
Oleh karena itu, Kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini terdapat kekurangan kendala teknis atau miskomunikasi yang terjadi. Evaluasi terus dilakukan bukan hanya pada relawan dan tenaga lapangan tetapi juga pada manajemen internal serta kemitraan agar rantai koordinasi dapat berjalan lebih efektif dan profesional. tuturnya
Atas nama SPPG Menes Dapur Umi Kaisar, kami memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan Pelayanan MBG dapur umi kaisar mulai dari para relawan pihak sekolah juga dinas terkait, TNI dan Polri, Mitra usaha, Para relawan, Awak Media, hingga masyarakat yang mendukung berjalannya program ini.
Kami berharap 2026 menjadi tahun perbaikan, peningkatan, dan kolaborasi yang lebih kuat untuk keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.
Dapur Umi kaisar siap berperan, berkolaborasi, dan terus menjaga komitmen untuk Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan bermartabat. "Pungkasnya Syailendra Adi Sapta. (MS)
Komentar0