SIDIKJARI – Puskesmas Bojong, Kabupaten Purwakarta, sukses menggelar Lokakarya Mini Awal Tahun pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Aula Puskesmas Bojong.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus menyusun langkah perbaikan dan strategi ke depan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Bojong, dr. Sri Rejeki, dalam sambutannya menegaskan bahwa lokakarya awal tahun memiliki peran penting sebagai sarana refleksi dan perencanaan.
Menurutnya, capaian yang telah diraih sepanjang 2025 harus menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan di tahun berikutnya.
“Lokakarya ini bukan hanya ajang evaluasi, tetapi juga wadah untuk menyusun strategi dan inovasi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar dr. Sri Rejeki.
Lokakarya dipandu oleh Hikmat ATLM selaku moderator yang mengelola jalannya acara dengan profesionalisme tinggi, namun tetap dalam suasana serius tapi santai.
Pendekatan ini menciptakan atmosfer diskusi yang kolaboratif dan nyaman bagi seluruh peserta.
Dalam paparannya, dr. Sri Rejeki menyampaikan capaian kinerja Puskesmas Bojong selama tahun 2025, termasuk keberhasilan dalam pelaksanaan program Standar Pelayanan Minimal (SPM), Program Kesehatan Gigi (PKG), serta Implementasi Layanan Primer (ILP).
Capaian tersebut menjadi dasar evaluasi bersama untuk peningkatan kinerja di tahun berjalan.
Sesi evaluasi dan perencanaan dipandu secara terstruktur oleh moderator, dengan melibatkan penanggung jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Dalam sesi ini dibahas rencana kerja tahun 2026, pengenalan program baru, serta berbagai inovasi Puskesmas guna meningkatkan capaian layanan promotif dan preventif.
Puncak kegiatan lokakarya ditandai dengan pelaksanaan fit and proper test pemilihan Koordinator Mutu dan Keselamatan Pasien Puskesmas Bojong Tahun 2026.
Tiga kandidat yang mengikuti seleksi tersebut adalah Reni Anggraeni, SKM; drg. Gima Yuana; dan Sutraeni, SKM.
Hikmat ATLM memandu sesi presentasi visi dan misi serta diskusi panel dengan pendekatan serius namun tetap santai.
Masing-masing kandidat mendapat dua pertanyaan mendalam dari dewan juri untuk menguji pemahaman regulasi, kemampuan kepemimpinan, serta strategi peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Berdasarkan hasil seleksi, Sutraeni, SKM ditetapkan sebagai Koordinator Mutu dan Keselamatan Pasien Puskesmas Bojong Tahun 2026.
Menutup rangkaian acara, dr. Sri Rejeki menyampaikan harapannya agar Sutraeni, SKM dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan rencana aksi kesehatan masyarakat Kabupaten Purwakarta menuju terwujudnya “Purwakarta Istimewa”.
Acara kemudian ditutup dengan pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah pegawai yang telah menunjukkan kontribusi dan praktik baik dalam peningkatan layanan kesehatan.
dr. Sri Rejeki turut mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan tahun baru ini sebagai momentum memperbarui semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik, sehingga kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas Bojong semakin meningkat.
Komentar0