SIDIKJARI- Bulan suci Ramadhan bagi umat Muslim adalah bulan yang penuh berkah dan selalu dinantikan setiap tahunnya.
Tidak hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, Ramadhan juga menghadirkan suasana khas yang berbeda dari bulan-bulan lainnya.
Dalam bulan ini, umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam.
Puasa tidak hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kesabaran, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ramadhan juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya.
Selain nilai spiritual yang kuat, Ramadhan juga identik dengan berbagai fenomena sosial dan budaya yang unik serta selalu dinantikan masyarakat.
Salah satunya adalah semaraknya pasar-pasar sore atau Pasar Ramadhan, tempat masyarakat berburu aneka makanan dan minuman khas untuk berbuka puasa, seperti kolak, es buah, dodol, kurma, hingga gorengan.
Pasar ini bukan hanya pusat kuliner musiman, tetapi juga ruang silaturahmi dan penggerak ekonomi masyarakat.
Berikut beberapa fenomena unik dan menarik yang selalu hadir dan dirindukan setiap bulan Ramadhan:
1. Ngabuburit
Ngabuburit adalah aktivitas mengisi waktu menjelang berbuka puasa yang sangat populer.
Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berburu takjil, berjalan santai, berolahraga ringan, membaca Al-Qur’an, atau sekadar berkumpul dan bercengkerama bersama tetangga dan teman. Suasana sore Ramadhan pun terasa lebih hidup dan penuh kehangatan.
2. Buka Bersama (Bukber)
Agenda buka bersama atau bukber menjadi tradisi yang hampir selalu ada di bulan Ramadhan.
Mulai dari keluarga, rekan kerja, hingga reuni teman lama, semua memanfaatkan momen ini untuk mempererat tali silaturahmi. Bukber tidak sekadar soal makanan, tetapi tentang kebersamaan dan nostalgia.
3. Perang Sarung
Di kalangan anak-anak dan remaja, perang sarung menjadi permainan khas Ramadhan. Biasanya dilakukan menjelang sahur, sarung dilipat hingga menyerupai cambuk dan dijadikan “senjata”.
Meski terkesan sederhana, tradisi ini menjadi bagian dari cerita masa kecil yang melekat bagi banyak orang.
4. Bangunin Warga Sahur
Tradisi membangunkan warga untuk sahur masih lestari di banyak daerah. Anak-anak muda hingga pengurus masjid berkeliling menggunakan kentongan, pengeras suara, atau mikrofon masjid. Suara sahur ini menjadi alarm alami yang khas dan penuh nuansa kebersamaan.
5. Bazar Ramadhan
Bazar Ramadhan menjadi denyut ekonomi musiman yang sangat terasa. UMKM mendapatkan ruang untuk meningkatkan pendapatan, sementara masyarakat memperoleh kemudahan mendapatkan kebutuhan berbuka. Bazar ini juga menciptakan suasana Ramadhan yang semarak dan penuh warna.
6. Mudik
Menjelang akhir Ramadhan, tradisi mudik menjadi pemandangan khas di berbagai daerah.
Para perantau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan Idulfitri. Perjalanan mudik yang panjang, penuh cerita, dan atribut khas pemudik menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadhan.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang mempererat hubungan antarmanusia, berbagi kebahagiaan, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Beragam fenomena unik inilah yang membuat Ramadhan selalu dirindukan dan meninggalkan kesan mendalam di hati umat Muslim setiap tahunnya.
Komentar0