GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Ternyata Ini Makna Tersembunyi di Balik Pawai Obor 1 Muharram yang Jarang Disadari

SIDIKJARI – Ribuan Warga Kabupaten Purwakarta pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H.

Deretan obor yang menyala di sepanjang jalan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan simbol perjalanan spiritual yang sarat makna.

Cahaya api yang menerangi gelapnya malam menjadi pengingat tentang pentingnya hijrah, yaitu berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan diridhai Allah SWT.

Bagi masyarakat Purwakarta, pawai obor telah menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Namun di balik kemeriahan tersebut, tersimpan filosofi mendalam yang sering kali luput dari perhatian.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, mengatakan bahwa secara filosofis pawai obor mengajarkan bahwa setiap manusia membutuhkan cahaya sebagai penuntun langkah dalam menjalani kehidupan.

“Cahaya itu bukan hanya penerang jalan secara fisik. Dalam kehidupan, cahaya dapat berupa iman, ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta nilai-nilai kebaikan yang menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Om Zein, Senin, (15/6/2026) disela-sela kegiatan pawai Obor.

Menurutnya, sebagaimana obor mampu menembus kegelapan malam, demikian pula hati yang dipenuhi keimanan akan mampu menemukan arah di tengah berbagai ujian dan dinamika kehidupan.

Tradisi pawai obor juga mengandung pesan kebersamaan yang sangat kuat. Obor yang dibawa secara bersama-sama menciptakan terang yang jauh lebih besar dibandingkan jika hanya dinyalakan seorang diri.

“Ini mengajarkan bahwa masyarakat yang bersatu, saling mendukung, dan bergotong royong akan memiliki kekuatan besar untuk membangun lingkungan yang harmonis, religius, serta penuh kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Momentum Tahun Baru Islam, lanjut Om Zein, bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, serta menyusun tekad baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Pawai obor menjadi simbol bahwa setiap awal perjalanan harus diawali dengan niat yang terang, hati yang bersih, dan langkah yang penuh harapan,"ucapnya.

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, tradisi pawai obor juga memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama serta leluhur.

Melalui tradisi ini, generasi muda diajak untuk memahami bahwa kemajuan zaman tidak boleh memutus hubungan dengan akar budaya dan tradisi yang mengandung pendidikan moral maupun spiritual.
Maka, ketika obor-obor menyala pada malam 1 Muharram, sesungguhnya yang sedang dinyalakan bukan hanya api. Lebih dari itu, yang dihidupkan adalah semangat hijrah, persatuan, dan harapan.

Sebuah pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, menerangi lingkungan dengan kebaikan, serta menjadi cahaya bagi sesama dalam mengarungi perjalanan hidup menuju ridha Allah SWT.

“Marilah kita jadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum menyalakan obor dalam hati. Obor keimanan, obor ilmu, dan obor kepedulian, agar kehidupan semakin bercahaya, masyarakat semakin kuat, dan Purwakarta semakin istimewa,” pungkas Om Zein.

Komentar0

Type above and press Enter to search.