SIDIKJARI — Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai salah satu toko pakaian di Pasar Bojong, Kabupaten Purwakarta, sehari menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sekitar 100 lebih anak yatim dan piatu tampak antusias memilih baju baru bersama Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.
Kegiatan spontan tersebut terjadi saat kehadiran Om Zein di toko langsung menarik perhatian warga, termasuk anak-anak yatim yang kemudian diajak masuk ke toko untuk memilih pakaian lebaran mereka masing-masing.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 lebih anak berasal dari Desa Cileunca. Sementara sisanya merupakan anak-anak dari berbagai wilayah yang secara kebetulan bertemu dengan Om Zein di lokasi.
Dengan penuh kehangatan, Om Zein terlihat mendampingi satu per satu anak-anak saat memilih pakaian.
Tidak sedikit dari mereka yang tampak sumringah, bahkan ada yang tak kuasa menahan haru saat mendapatkan baju baru untuk merayakan Lebaran.
Dalam keterangannya, Om Zein menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar berbagi, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak yatim juga merasakan kebahagiaan di hari raya.
“Lebaran itu tentang kebersamaan dan kebahagiaan. Saya tidak ingin ada anak-anak di Purwakarta yang merasa sendiri atau tidak punya baju baru saat Idulfitri. Ini bukan soal nilai bantuan, tapi soal perhatian dan kasih sayang,” ujar Om Zein.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kita semua punya peran. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Saya berharap ini bisa menjadi contoh kecil bahwa berbagi itu tidak harus menunggu banyak, yang penting ada niat dan keikhlasan,” tambahnya.
Aksi tersebut sontak mengundang perhatian pengunjung pasar lainnya. Banyak yang mengapresiasi langkah Bupati Purwakarta itu sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim dan piatu, terutama di momen penuh berkah menjelang Idulfitri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial masih sangat hidup di tengah masyarakat.
Bagi anak-anak tersebut, hari itu bukan sekadar berbelanja, melainkan momen istimewa yang menghadirkan kebahagiaan dan rasa diperhatikan.
Komentar0