SIDIKJARI – Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta menggelar rapat koordinasi bersama Bapenda dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor retribusi, Senin (27/4/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Sri Jaya Midan, menegaskan kepada seluruh OPD penghasil retribusi agar lebih maksimal dalam menggali potensi yang ada.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat fiskal daerah di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa OPD tidak cukup hanya bekerja secara administratif, melainkan harus mampu menghadirkan inovasi serta percepatan dalam proses pemungutan retribusi.
“OPD yang memiliki potensi retribusi harus lebih agresif dan kreatif. Jangan sampai potensi yang ada justru tidak tergarap maksimal,” tegasnya.
Menurut Sekda, salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah retribusi dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Ia menilai sektor ini memiliki potensi besar, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di wilayah Purwakarta.
Sejalan dengan itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyatakan kesiapan dalam mengawal peningkatan target pendapatan daerah.
Dari semula anggaran murni retribusi sebesar Rp305 miliar, target pada anggaran perubahan kini dinaikkan menjadi Rp310 miliar.
Kepala Bapenda, H. Yayat Hidayat, menyebutkan bahwa kenaikan target tersebut didasarkan pada hasil evaluasi potensi riil di lapangan serta tren penerimaan yang menunjukkan peningkatan.
“Kami melihat masih banyak potensi yang bisa dioptimalkan, dengan sinergi antar-OPD dan penguatan sistem, optimistis target retribusi tersebut dapat tercapai,” ujarnya.
" Bapenda akan terus memperkuat koordinasi, pengawasan, serta mendorong digitalisasi layanan guna mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dalam pemungutan retribusi,"pungkasnya.(ADV)
Komentar0