SIDIKJARI – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Purwakarta (Bapenda) terus mengintensifkan berbagai upaya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memperkuat kemandirian fiskal serta mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Sejumlah program unggulan terus didorong, mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pembayaran dan pelaporan pajak.
Bapenda menilai, potensi penerimaan daerah di Purwakarta masih sangat besar dan perlu dikelola secara maksimal melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan.
Kepala Bapenda Purwakarta,H. Yayat Hidayat dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya kini fokus membangun sistem pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penguatan layanan berbasis digital guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban perpajakannya tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
“Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses layanan yang praktis, aman, dan efisien,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, baik melalui kegiatan langsung di lapangan maupun melalui media digital.
Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pajak daerah memiliki peran vital dalam membiayai pembangunan.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, hingga kesehatan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh wajib pajak di Purwakarta untuk patuh dan berkontribusi aktif,” tegasnya.
Selain itu, Bapenda Purwakarta juga melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap sektor-sektor potensial, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak restoran, hotel, hiburan, serta sektor usaha lainnya.
Dalam upaya meningkatkan capaian PAD tahun 2026, Bapenda turut memperkuat sinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat
kewilayahan, hingga pelaku usaha. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pemungutan pajak yang lebih efektif dan akuntabel.
Kepala Bapenda juga menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berorientasi pada peningkatan target pendapatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat. Ketika pelayanan baik dan transparan, maka tingkat kepatuhan juga akan meningkat. Ini menjadi fokus kami ke depan,” katanya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta optimistis mampu meningkatkan PAD secara signifikan.
Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat secara luas.(ADV)
Komentar0