SIDIKJARI – Bupati Purwakarta, Saeful Bahri Binzein, membuka acara “Safari Cinta” Pamukalawang dalam rangkaian Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 Tahun 2026 yang digelar di Balong Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan diawali dengan tradisi Gubyag Balong, sebuah warisan budaya masyarakat Sunda yang sarat makna filosofis. Dalam tradisi ini, masyarakat bersama-sama turun ke balong (kolam) untuk menangkap ikan secara gotong royong.
Di balik kemeriahan dan kegembiraan yang terlihat, Gubyag Balong sesungguhnya mengandung nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Secara filosofis, Gubyag Balong menggambarkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kerja sama.
Ketika masyarakat turun ke dalam balong tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang, semua menjadi satu dalam suasana kekeluargaan.
Tradisi ini mengajarkan bahwa hasil yang baik akan lebih mudah dicapai melalui kebersamaan dibandingkan dengan perjuangan secara sendiri-sendiri.
Selain itu, air balong yang keruh akibat aktivitas bersama menjadi simbol bahwa dalam kehidupan, setiap proses menuju keberhasilan sering kali harus melalui berbagai tantangan dan dinamika.
Namun pada akhirnya, usaha yang dilakukan secara kolektif akan menghasilkan manfaat yang dapat dinikmati bersama.
Tradisi Gubyag Balong juga mencerminkan rasa syukur atas karunia alam yang diberikan Tuhan.
Ikan yang berhasil ditangkap menjadi simbol rezeki yang diperoleh melalui kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan.
Nilai ini sejalan dengan karakter masyarakat Purwakarta yang menjunjung tinggi gotong royong dan keharmonisan sosial.
Dalam konteks perayaan Hari Jadi Purwakarta tahun ini yang mengusung tema “Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa”, Gubyag Balong menjadi pengingat pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Tradisi tersebut bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan media edukasi yang menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.
Usai pelaksanaan Gubyag Balong, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan kegiatan Safari Cinta yang dijadwalkan berlangsung di lapangan Kantor Kecamatan Pondoksalam pada malam hari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat ikatan sosial yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Melalui tradisi seperti Gubyag Balong, Purwakarta tidak hanya merayakan bertambahnya usia daerah, tetapi juga merawat nilai-nilai luhur yang menjadi ruh kehidupan masyarakatnya.
Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kemampuannya menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, dan mewariskan kearifan lokal kepada generasi penerus.
Komentar0