SIDIKJARI– Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang disebut-sebut sebagai salah satu proyek dengan nilai anggaran terbesar di Jawa Barat kembali menuai sorotan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek SPAM tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp43,489 miliar, dari pagu anggaran Rp56,4 miliar dengan HPS sebesar Rp54,375 miliar yang dikerjakan oleh PT Sumber Cipta Yoenanda.
Pospera Kabupaten Purwakarta menilai pelaksanaan proyek tersebut diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta keselamatan pengguna jalan.
Sekretaris Pospera Purwakarta, Panuntun Catur Supangkat, mengatakan proyek bernilai miliaran rupiah itu semestinya menjadi contoh dalam penerapan standar K3.
Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah persoalan yang dinilai berpotensi membahayakan pekerja maupun masyarakat.
"Proyek dengan anggaran yang sangat besar seharusnya menjadi contoh dalam penerapan K3. Jangan sampai aspek keselamatan justru diabaikan," ujar Panuntun.
Ia juga menyoroti keberadaan kendaraan proyek yang diparkir di bahu jalan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya apabila tidak disertai pengamanan yang memadai.
"Aturannya sudah jelas, kendaraan tidak boleh parkir sembarangan di bahu jalan karena dapat membahayakan pengguna jalan lain. Namun, kami tidak melihat adanya pengamanan maupun pengaturan lalu lintas dari pihak terkait, termasuk kehadiran petugas Polantas di lokasi," tegasnya.
Pospera meminta pelaksana proyek untuk segera melakukan evaluasi terhadap penerapan K3 dan manajemen lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Selain itu, instansi yang berwenang juga didorong agar meningkatkan pengawasan guna memastikan seluruh ketentuan keselamatan dipatuhi.
Menurut Catur, proyek infrastruktur yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat tidak boleh mengorbankan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan standar operasional dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pospera menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan secara transparan, tertib, dan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
Komentar0