SIDIKJARI – Organisasi Masyarakat Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta menyoroti penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang tengah berlangsung di Kabupaten Purwakarta.
Selain menyoroti aspek keselamatan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja, Pospera juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut.
Pospera menduga masih terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian, mulai dari keterbukaan informasi proyek hingga pemenuhan hak-hak pekerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek SPAM tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp43,489 miliar, dari pagu anggaran Rp56,4 miliar dengan HPS sebesar Rp54,375 miliar yang dikerjakan oleh PT Sumber Cipta Yoenanda.
Sekretaris Pospera Purwakarta, Panuntun Catur Supangkat, menegaskan bahwa penerapan standar K3 merupakan kewajiban yang harus dipenuhi dalam setiap proyek konstruksi, terlebih pada proyek strategis yang menggunakan anggaran negara.
"Kami meminta pihak pelaksana proyek benar-benar memperhatikan penerapan K3 di lapangan. Jangan sampai pekerjaan yang sedang berjalan mengabaikan keselamatan para pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi proyek," ujar Panuntun.
Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri (APD), pemasangan rambu-rambu keselamatan, serta pengamanan area kerja merupakan bagian dari standar operasional yang wajib diterapkan oleh penyedia jasa konstruksi.
Selain itu, Pospera juga mendorong agar pelaksanaan proyek SPAM mengedepankan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Catur menambahkan, Pospera akan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai proyek strategis di Kabupaten Purwakarta sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran negara agar berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
"Kami mendukung pembangunan infrastruktur di Purwakarta. Namun, pelaksanaannya harus tetap mematuhi aturan, mengutamakan keselamatan kerja, menjunjung transparansi, dan mengedepankan kualitas hasil pekerjaan," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana, PT Sumber Cipta Yoenanda, belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan Pospera Purwakarta.
Komentar0