Ilustrasi
SIDIKJARI- Warga desa Parakanlima, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, tengah menghadapi ketidakpuasan dan kekhawatiran terkait pengelolaan anggaran Dana Desa yang diduga tidak transparan oleh Kepala Desa setempat. 

Menurut masyarakat setempat, terungkap adanya kekhawatiran mengenai potensi penyelewengan anggaran yang dapat menyebabkan ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan desa. 

Hal ini menjadi perhatian utama warga, terutama terkait dengan kegiatan yang berhubungan dengan ketahanan pangan hewani.

"Kami berhak untuk mengetahui alokasi dan penggunaan dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat,"ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya, Sabtu,(26/7/2024)

Lebih lanjut dikatakan, bahwa sejumlah warga Parakanlima mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kepala Desa, yang dinilai kurang terbuka dalam memberikan informasi mengenai penggunaan Dana Desa. 

"Masyarakat menginginkan adanya laporan pertanggungjawaban yang jelas dan rinci tentang program-program yang telah dilaksanakan, termasuk rincian anggaran yang digunakan untuk masing-masing kegiatan,"katanya.

"Informasi yang disampaikan oleh pihak desa tidak memadai dan terkesan tertutup,"tambahnya.

Mereka telah berusaha meminta penjelasan langsung kepada Kepala Desa, tetapi tidak mendapatkan respons yang memuaskan. 

"Kami hanya ingin tahu ke mana uang itu mengalir. Ini adalah uang kami, uang rakyat, dan kami berhak untuk mengetahui," ujarnya dengan penuh semangat. 

Ia menambahkan bahwa selama ini program-program yang dijanjikan dalam musyawarah desa sering kali tidak terealisasi dengan baik, dan jika pun ada, pelaksanaannya tidak sesuai dengan harapan.

"Kami meminta penjelasan yang transparan mengenai mekanisme pengajuan anggaran, proses pengawasan, serta realisasi dari setiap kegiatan yang didanai oleh Dana Desa,"tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari kepala desa Parakanlima.