SIDIKJARI- Aktivis ikatan rakyat reformasi (IKRAR Kab Pandeglang) ajak semua Pihak awasi sensus 2026. M. Jihad, S.H merupakan aktivis Ikrar menuntut profesionalitas para mitra badan pusat statistik.
Pasalnya, ia menjadi korban dari kegiatan sensus yang diduga asal asalan sabtu, (27/12/2025).
"Berdasarkan bukti yang kami kumpulkan dari berbagai sumber, di situ terdapat keterangan bahwa saya tercatat memiliki salah satu barang elektronik yang padahal saya tidak memilikinya. "ungkap Jihad yang biasa di sapa bang Enji.
"Kegiatan sensus ini tidak boleh asal - asalan, kami juga mempertanyakan apakah para perangkat desa terutama di kecamatan menes yang menjadi mitra bps dapat bekerja secara profesional? Sedangkan meraka punya tugas untuk melayani masyarakat di desa, kita semua harus turut mengawasi kinerja mereka" tegasnya
Masih kata enji, berdasarkan hasil diskusi dengan Camat kecamatan menes pada selasa 23/12/25 kemarin di kantor kecamatan setempat.
Pihak Kecamatan Menes sepakat ke depan para perangkat desa yang mendaftar sebagai mitra Bps harus disertai dengan ijin atasannya (Kepala Desa) agar pelayanan di Desa tidak terganggu dan kegiatan sensus dapat berjalan.
Tak hanya itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan beberapa kepala desa di kecamatan menes, perangkat desa yang menjadi mitra bps turut dikeluhkan oleh kepala desanya.
"Kadang mereka tidak memberi tahu akan menjadi petugas sensus" ucap enji menirukan ucapan salah satu kepala Desa di Kecamatan Menes. "Fungkas Enji.
Sumber : IKRAR
Komentar0