SIDIKJARI – Keberadaan proyek yang diduga tanpa papan informasi kembali menjadi sorotan masyarakat.
Kali ini, proyek jalan Hotmix terlihat di wilayah Desa Ciwareng, Kabupaten Purwakarta, yang berjalan tanpa keterangan anggaran, pelaksana, maupun sumber dana yang jelas. Kondisi ini memicu pertanyaan warga: apa ini yang disebut proyek siluman?
Di tengah gencarnya pembangunan, proyek yang muncul tiba-tiba tanpa identitas justru menimbulkan tanda tanya besar.
Tidak ada papan informasi, tidak ada penjelasan, dan tidak ada transparansi. Yang terlihat hanya pekerjaan berjalan, sementara masyarakat dibuat bingung.
Proyek pemerintah seharusnya terbuka dan dapat diawasi publik. Papan informasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Karena setiap pembangunan menggunakan uang rakyat, bukan uang pribadi.
Warga sekitar pun mulai bertanya-tanya. Siapa yang mengerjakan proyek tersebut, berapa anggarannya, dan dari mana sumber dananya masih menjadi misteri.
Situasi ini memunculkan sindiran di tengah masyarakat yang menyebut proyek tersebut sebagai proyek siluman.
Di warung kopi hingga obrolan warga, komentar nyinyir mulai bermunculan. Ada yang menyebut papan proyeknya mungkin sedang cuti, ada juga yang berseloroh bahwa anggarannya terlalu sensitif untuk ditampilkan. Sindiran-sindiran ini muncul karena minimnya keterbukaan informasi di lapangan.
Padahal aturan sudah jelas, setiap proyek pembangunan wajib mencantumkan papan informasi agar masyarakat dapat mengetahui dan ikut mengawasi jalannya pekerjaan.
Transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pembangunan.
Jika proyek berjalan tanpa keterbukaan, maka wajar jika masyarakat merasa curiga. Pembangunan yang seharusnya membawa manfaat justru bisa menimbulkan persepsi negatif karena kurangnya informasi yang disampaikan secara terbuka.
Masyarakat Desa Ciwareng pada dasarnya mendukung pembangunan selama semuanya jelas dan transparan.
Mereka hanya berharap setiap proyek yang berjalan di wilayahnya dilengkapi informasi yang lengkap agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Karena pada akhirnya, proyek yang baik bukan yang diam-diam dikerjakan, tetapi yang terbuka, jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Komentar0