GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Gaji Wakil Bupati Berapa Sih? Pospera Purwakarta Soroti Lonjakan Harta Rp 3 Miliar di LHKPN

SIDIKJARI – Aroma tanda tanya kembali menyeruak dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pejabat di Kabupaten Purwakarta.

Kali ini, sorotan datang dari Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Purwakarta, Sutisna Sonjaya, yang mengaku terkejut melihat adanya lonjakan nilai kekayaan Wakil Bupati Purwakarta dalam rentang waktu yang dinilai cukup singkat.

Menurut Sutisna, berdasarkan data yang ia amati, total harta kekayaan pada April 2025 tercatat sekitar Rp12 miliar. 

Namun saat melihat data pada Desember 2025, angka tersebut melonjak menjadi sekitar Rp15 miliar.

“Pas lihat data di LHKPN tahun 2025 saya kaget, ada kenaikan signifikan dari bulan April ke Desember. Naiknya sekitar Rp3 miliar. Kalau benar data ini real, harusnya PPATK melakukan analisa dari transaksi keuangan wakil bupati,” ungkap Sutisna Sonjaya.

Ia menilai, lonjakan tersebut wajar menjadi perhatian publik karena terjadi dalam hitungan bulan, bukan tahunan. Apalagi, kata dia, masyarakat saat ini sedang menghadapi tekanan ekonomi, sementara pejabat justru terlihat mengalami peningkatan kekayaan yang fantastis.

“Yang jadi pertanyaan, berapa sih gaji wakil bupati sampai hartanya naik begitu banyak? Ini publik juga pasti bertanya-tanya,” sindirnya.

Sutisna menegaskan, pihaknya tidak menuduh adanya pelanggaran hukum. Namun menurutnya, transparansi pejabat publik wajib diuji secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Jangan sampai rakyat disuruh hidup prihatin, tapi pejabat grafik hartanya malah seperti harga saham gorengan,” celetuknya pedas.

Ia juga meminta lembaga terkait, termasuk PPATK dan aparat penegak hukum, tidak alergi terhadap kritik publik. 

Sebab menurutnya, pejabat publik harus siap diperiksa dan diawasi karena jabatan melekat dengan tanggung jawab moral.

“Kalau memang bersih ya bagus, tinggal dibuka saja sumber kenaikannya dari mana. Biar publik juga tidak menerka-nerka,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Wakil Bupati Purwakarta terkait sorotan tersebut.

Komentar0

Type above and press Enter to search.