GUYoGpApTSrlBSY5TpC8BSd8Ti==

Lawang Lembur Kreatif Jadi Ikon Pawai Desa Cibuntu, dari Juara 1 PBB hingga Pesan Lingkungan

SIDIKJARI — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Senin (17/8/2026).

Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, Desa Cibuntu kembali mencuri perhatian setelah meraih Juara I capaian pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tingkat Kecamatan Wanayasa.

Prestasi tersebut turut ditampilkan dalam pawai kemerdekaan melalui persembahan kontingen Desa Cibuntu yang mengusung berbagai simbol tradisi, potensi desa, hingga pesan sosial dan lingkungan.

Barisan kontingen diawali Pintu Rumah Bilik sebagai simbol tradisi dan kearifan lokal masyarakat. 

Selanjutnya, Trophy PBB menjadi simbol kebanggaan atas prestasi Desa Cibuntu sebagai desa paling taat pajak se-Kecamatan Wanayasa tahun 2025.

Pawai kemudian dimeriahkan Replika Ikan Besar dan Replika Bebek Besar yang melambangkan potensi alam serta sektor peternakan yang dimiliki desa.

Tak hanya menampilkan potensi desa, kontingen Cibuntu juga membawa pesan budaya dan sosial. Kehadiran Seni Ogoh-ogoh dimaknai sebagai simbol pemusnahan sifat buruk dan angkara murka, dengan harapan Desa Cibuntu senantiasa terbebas dari berbagai marabahaya.

Sementara itu, Kreasi Tikus Berdasi menjadi wujud kreativitas warga sekaligus kritik sosial terhadap ketidakadilan dan praktik korupsi. 

Pesan hidup sehat disampaikan melalui Replika Nyamuk, sedangkan barisan ditutup dengan Abringan Payung Bambu yang menggambarkan kearifan lokal serta rimbunnya hutan hijau sebagai kekuatan pelindung kelestarian air dan udara demi keberlangsungan hidup masyarakat.

Dalam pawai tersebut, Desa Cibuntu menurunkan 10 mobil hias dengan total sekitar 700 peserta.

Kepala Desa Cibuntu,Ihwanudin, mengatakan penempatan nomor urut berdasarkan peringkat capaian pembayaran PBB merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh desa agar semakin meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.

“Kenapa rangking satu PBB dijadikan nomor urut pawai? Ya, ini untuk motivasi desa agar lebih memacu pembayaran PBB-nya,” ungkap Ihwanudin.

Menurutnya, capaian pembayaran PBB tidak hanya menjadi ukuran kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak, tetapi juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan Desa Cibuntu melalui pawai kemerdekaan yang tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi desa, menjaga tradisi, menyampaikan pesan sosial, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

"Dengan torehan prestasi sebagai Juara I capaian pembayaran PBB tingkat Kecamatan Wanayasa, Desa Cibuntu menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepatuhan, dan kebanggaan terhadap desa,"ucapnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.