SIDIKJARI —Janji Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein untuk mempertemukan Azka dengan sang ayah akhirnya terwujud.
Pertemuan tersebut menjadi momen haru sekaligus membuka kembali ruang bagi seorang anak dan ayahnya untuk membangun hubungan yang sempat berjarak.
Azka sendiri diketahui pernah berjuang melawan kanker darah. Kabar bahagia datang setelah perjuangan panjang tersebut, Azka kini dinyatakan telah sembuh dari penyakit yang pernah dihadapinya.
Di hadapan sang ayah, Om Zein menyampaikan rasa bangganya kepada Azka yang dinilai telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghadapi penyakitnya.
“Azka anak hebat. Bisa melawan penyakitnya hingga sembuh. Ini perjuangan yang luar biasa,” ujar Om Zein.
Menurut Om Zein, perjuangan Azka melawan penyakit menjadi bukti bahwa seorang anak dapat melewati masa sulit ketika mendapatkan dukungan dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, bagi Om Zein, ada satu hal lain yang tidak kalah penting setelah Azka melewati masa sulit tersebut, yakni memastikan hubungan antara Azka dan ayahnya kembali terjalin.
Dalam pertemuan itu, Om Zein berpesan kepada Azka dan ayahnya agar tidak lagi saling menjauh.
Keduanya diminta untuk membuka hati, saling menyayangi, saling memperhatikan dan menjaga hubungan sebagai ayah dan anak.
“Saling menyayangi, saling memperhatikan. Bagaimanapun, dia ayah kamu dan kamu adalah anaknya. Jangan saling menjauh,” pesan Om Zein.
Pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar pertemuan itu bukan hanya menjadi sebuah pertemuan sesaat, tetapi menjadi awal untuk kembali membangun komunikasi dan kedekatan antara Azka dengan ayahnya.
Sebelumnya, Om Zein juga telah bertemu langsung dengan ayah Azka untuk mendengarkan penjelasan mengenai kondisi yang sebenarnya.
Dalam kesempatan tersebut, sang ayah mengaku bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menghilang ataupun sengaja meninggalkan Azka.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya memilih untuk menjauh.
Sang ayah mengaku merasa malu karena belum mampu memberikan uang kepada Azka sebagaimana yang diharapkannya.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat dirinya berada dalam situasi sulit. Alih-alih menghadapi keadaan tersebut secara terbuka, ia justru memilih menghindar karena merasa belum mampu memenuhi kebutuhan Azka.
Pengakuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pertemuan yang difasilitasi Om Zein.
Persoalan yang sebelumnya menjadi jarak antara ayah dan anak perlahan mulai terbuka melalui komunikasi secara langsung.
Om Zein mengingatkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak tidak semata-mata diukur dari kemampuan materi.
Menurutnya, seorang anak membutuhkan lebih dari sekadar pemberian. Perhatian, kasih sayang dan kehadiran orang tua juga memiliki arti yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak.
“Bagi seorang anak, perhatian, kasih sayang dan kehadiran seorang ayah juga memiliki arti yang sangat besar,” ungkapnya.
Karena itu, Om Zein berharap persoalan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi Azka dan ayahnya untuk membangun kembali hubungan keluarga.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi keduanya untuk kembali berkomunikasi, saling memahami dan saling memberikan perhatian.
Bagi Om Zein, persoalan yang terjadi bukan lagi tentang mencari siapa yang salah dan siapa yang harus disalahkan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang ayah dan anak dapat kembali membuka hati.
Bagaimana seorang ayah dapat kembali hadir dalam kehidupan anaknya, dan bagaimana seorang anak dapat merasakan bahwa dirinya tetap dicintai dan diperhatikan.
Kini, setelah berhasil melewati perjuangan melawan penyakitnya, Azka mendapatkan satu hal yang tak kalah berharga: kembali dipertemukan dengan sang ayah.
“Karena terkadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukan sekadar pemberian, tetapi kepastian bahwa ayahnya tetap ada dan peduli,” ucap Om Zein.
Pertemuan itu pun menjadi pesan sederhana bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus kasih sayang antara seorang ayah dan anak.
Sebab bagi seorang anak, kehadiran orang tua bisa menjadi kekuatan yang jauh lebih berarti daripada apa pun yang dapat diberikan dalam bentuk materi.
Komentar0