SIDIKJARI- Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Purwakarta tahun ini menyajikan pemandangan yang tak biasa. Bupati Purwakarta, Om Zein, bukan hanya berdiri sebagai pembina upacara, tetapi benar-benar “ditarik” ke tengah lautan manusia dikerumuni ribuan guru serta siswa-siswi yang antusias ingin mendekat.
Momen itu bukan sekadar euforia. Ia adalah potret kedekatan emosional antara pemimpin dan dunia pendidikan.
Di tengah kerumunan tersebut, Om Zein menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat, dengan gaya khas yang membumi.
“Guru dan siswa siswi kesayangan Om Zein, kalian semua harus sehat, kuat, cageur, bageur, bener, pinter tur singer, dan jaga keistimewaan Purwakarta ya,” ucapnya.
Kalimat itu mungkin terdengar ringan, tetapi sarat filosofi. Cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), hingga singer (terampil) adalah nilai-nilai yang menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal angka dan prestasi akademik, melainkan juga pembentukan karakter dan jati diri.
Kerumunan ribuan guru dan pelajar yang mengelilinginya seakan menjadi simbol bahwa pendidikan di Purwakarta tidak berjarak.
Ada rasa memiliki, ada kedekatan, ada kehangatan yang jarang terlihat dalam seremoni formal. Sosok pemimpin tidak lagi terasa kaku, tetapi hadir sebagai bagian dari mereka.
Namun di balik suasana hangat itu, ada harapan besar yang ikut mengerumuni. Kedekatan emosional harus berjalan seiring dengan keberpihakan nyata.
Guru membutuhkan dukungan, siswa membutuhkan fasilitas, dan sistem pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan.
Hardiknas bukan hanya tentang seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menegaskan arah.
Ketika seorang bupati bisa berdiri di tengah ribuan pelajar dan menyampaikan pesan tentang karakter, itu adalah langkah awal.
Tapi langkah berikutnya adalah memastikan pesan itu hidup dalam kebijakan dan realitas sehari-hari.
Apa yang terjadi di Purwakarta hari itu adalah pengingat bahwa pendidikan tidak melulu soal kurikulum.
Ia juga tentang teladan, kedekatan, dan rasa dihargai. Ketika guru dan siswa merasa diperhatikan, semangat belajar tumbuh bukan karena kewajiban, tetapi karena inspirasi.
Komentar0